Hujan di Subang Jelang Tahun Baru

Rakhmad Permana
1 min readDec 31, 2022

Hari ini, siang ini, ketika saya mengetik tulisan ini, saya sedang ada di rumah orang tua saya. Di Subang, sebuah kabupaten kecil di Jawa Barat. Dekat dengan Bandung.

Saya ingat, kabupaten kecil ini menjadi saksi bagaimana saya menghabiskan waktu untuk kegiatan-kegiatan yang agak melankolis. Membaca buku-buku puisi, lalu belajar menyusun satu dua patah kata menjadi puisi. Bahkan setiap pagi saya menulis semacam epigram tentang definisi pagi hari. Inilah yang nantinya menununtun langkah saya untuk mendapatkan uang lewat menulis.

Subang, meskipun bukan kota besar, adalah kota yang nyaman untuk menjadi tempat singgah, tempat membaca dan menulis. Lebih tepatnya yang saya maksud adalah Subang bagian selatan, daerah pegunungan yang dekat dengan Bandung. Udara yang sejuk dan jika berhujan berubah sangat dingin, memang suasana yang cocok untuk menciptakan melankoli.

Dan saat ini, suasana seperti itulah yang membekap saya. Sedari Subuh, hujan terus turun. Jalan-jalan tampak berkabut terus menerus. Sedangkan langit tampak keabu-abuan. Tirai lapisan air hujan di kaca jendela terus mengalir. Suara deras arus sungai yang tak jauh juga terdengar begitu nyaring.

Hujan. Dingin. Melankoli.

Mungkinkah esok hari bakal segera jadi cerah?

--

--

Rakhmad Permana

Lelaki yang percaya bahwa tidur adalah nikmat surga yang lain.