Menunggu Tutup Tahun

Rakhmad Permana
2 min readDec 27, 2022

Life is full of sweet mistakes,” kata John Mayer lewat suara jernihnya itu. Saya bukan fans John Mayer dan pertama kali tahu si penyanyi ini karena Ika Natassa berulangkali menyebutnya, tetapi saya suka sekali dengan kutipan itu. Apalagi ketika ia terus terngiang-ngiang karena menjadi backsound video-video TikTok. Saya sangat setuju dengan John Mayer: ya, hidup ini memang diisi oleh kesalahan-kesalahan manis.

Kesalahan-kesalahan manis yang (mungkin) juga terulang sepanjang tahun 2022. Kesalahan, seperti ritual wajib, kita merenungkannya kembali rutin di penghujung tahun. Begitu tololkah manusia sampai terus mengulang kesalahan yang sama?

Barangkali hakikat manusia memang seperti itu? Seperti batu yang terus terbentuk karena terjatuh, tertimpa dan menggelinding ke lubang-lubang ketololan.

2022 bagi saya adalah tahun yang berarti. Banyak kesalahan yang saya buat di tahun ini. Keputusan yang terkadang saya anggap cukup matang namun ternyata tetap meleset. Untungnya, 2022 juga menyediakan lemari dengan sejumlah ‘hidden gem’. Keberuntungan-keberuntungan tak terduga. Pertolongan finansial yang menggenapkan beberapa impian-impian kecil saya.

Tahun 2022 juga punya nuansa yang agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Entah bagaimana, tahun ini benak saya dipenuhi oleh nostalgia. Lagu-lagu lama, dari Ebiet G Ade dan Tommy J Pissa yang dulu sering saya dengarkan kalau sedang naik bus malam. Makanan, makanan-makanan khas Jawa Timur yang seolah membawa kembali saya pulang ke kampung halaman. Memori keluarga, sesuatu yang membuat saya merasa bersyukur karena telah dilahirkan di keluarga penuh kehangatan.

Saya tak tahu, apakah tahun 2023 kelak menghadirkan nuansa serupa seperti tahun ini. Yang jelas, 2023 tinggal menghitung hari. Saya siap untuk menutup tahun ini. Tahun yang tak hanya berisi kesalahan manis, tetapi juga keberuntungan yang legit.

--

--

Rakhmad Permana

Lelaki yang percaya bahwa tidur adalah nikmat surga yang lain.