Sosial Media, Fungsinya Apa Sih?

Rakhmad Permana
2 min readJan 26, 2024

Belakangan, pertanyaan itu muncul lagi di benak saya. Saya mencoba menakar kembali tujuan awal platform sosial media diciptakan. Ya, awalnya memang sosial media itu tujuannya adalah menciptakan jejaring. Bagaimana caranya agar tiap manusia bisa saling berhubungan. Saling berkomunikasi. Membentuk jejaring. Berbagi informasi. Berkolaborasi. Bahkan sangat mungkin dari jejaring itu melahirkan sesuatu yang berdampak bagi masyarakat.

Selain itu, yang revolusioner dari sosial media itu ialah caranya dalam memangkas jarak sosial. Saya ingat betul, saat punya akun Friendster, saya langsung add friend Nikita Willy dan Gita Gitawa. Meskipun belum berinteraksi secara langsung, tapi pada saat itu saya merasa tak berjarak dengan keduanya.

Bertahun-tahun kemudian, ketika sudah punya akun Twitter dan Facebook, bercengkrama dengan selebtwit, artis, tokoh politik atau orang terkenal lainnya di sosial media itu sesuatu yang sangat biasa bagi saya dan orang-orang lainnya. Komentar saya pernah dibalas oleh Tasya Kamila hingga Dian Sastro. Dulu, waktu saya masih bermimpi jadi pengusaha sukses, twit saya pernah beberapa kali direply oleh pengusaha lele Rangga Umara hingga motivator Ippho Santosa. Saya merasa bahagia. Merasa bahwa eksistensi saya di dunia ini tak sia-sia.

Tak hanya itu, sosial media juga benar-benar mampu membangun relasi perkawanan antara orang biasa dengan orang yang dikagumi. Misal, pembaca dengan penulis, penonton dengan sutradara atau aktornya dan lain sebagainya. Saya juga merasakannya, berteman dengan penulis-penulis yang humble hingga yang terbaru berkawan dengan orang-orang film.

Sialnya, sesuatu yang ideal di masa lalu ini kian memudar. Alih-alih memangkas jarak sosial, sosial media hari jadi ring tinju. Ruang untuk saling memaki. Ruang untuk saling membenci.

Jika dulu ‘previlege’ berinteraksi dengan idola dipakai untuk hal positif, hari ini kita terbiasa melihat netizen mengomentari muka idolanya yang menua, badannya yang gendut atau hal-hal lain yang punya celah untuk bahan julid.

Dan di tahun politik ini, noise itu makin pekat karena ujaran kebencian dan hoax. Belum lagi dengung para buzzer yang membuat percakapan soal gagasan lekas menguap.

Jadi, hari ini, apa sebenarnya fungsi sosial media?

--

--

Rakhmad Permana

Lelaki yang percaya bahwa tidur adalah nikmat surga yang lain.