Ziggy dan Imajinasi

Rakhmad Permana
2 min readOct 11, 2023

Ziggy, adalah salah satu penulis yang sempat terabaikan namanya, setidaknya dalam radar saya. Bukunya bahkan sempat masuk keranjang obral. Saya pernah mendapat buku Jakarta Sebelum Pagi yang dibanderol Rp 10 ribu saja. Tapi, kini, harga buku itu bisa mencapai jutaan, setara dengan buku-buku langka Pram. Nama Ziggy pun menjadi sangat populer dan ia punya pembaca setia sendiri. Pembaca yang setia menikmati semesta anak-anak yang absurd a la Ziggy.

Saya sendiri lebih dulu membaca dua novelnya Di Tanah Lada dan Jakarta Sebelum Pagi. Yang pertama, saya suka. Hanya sekadar suka. Yang kedua, saya kurang bisa menikmatinya karena ceritanya cukup random. Entah mengapa novel ini bisa menjadi ‘berlian’ yang begitu diburu.

Nah, di momen IBF kemarin, saya lihat novel Semua Ikan di Langit ini. Dan akhirnya saya beli. Sudah lama ingin membacanya, namun selalu tertunda. Banyak pembaca yang bilang novel ini bagus, eksmperimental, indah dan lain-lain. Ada juga yang bilang nggak jelas, terlalu bermain-main dan nonsens. Lalu, bagaimana pendapat saya setelah membacanya?

Semua Ikan di Langit yang saya baca di KRL

Novel ini bercerita tentang sebuah bus dalam kota yang punya kesadaran. Dia bisa menguping pembicaraan para penumpangnya lewat derap kaki di lantai bus. Si bus bertemu dengan Beliau. Saya tak tahu pasti siapa sebenarnya Beliau ini. Mungkin ia personifikasi Tuhan, dewa atau hanya bocah laki-laki yang kesepian. Beliau ini memang memiliki kekuatan ajaib, salah satunya yakni mengeluarkan ikan julung-julung dari kepalanya (seperti Ken Arok yang mengeluarkan kelelawara dari kepalanya?).

Nah, pembaca diajak berkeliling oleh bus terbang ke luar angkasa bersama Beliau dan ikan julung-julung. Cerita mengalir, tapi absurd. Aneh pokoknya. Dari ketemu kecoa Rusia sampai korban Nazi. Intinya, jika kamu membaca novel ini, otakmu harus mode imajinasi bebas.

Sejujurnya, di awal bagian, saya agak bingung dengan segala keabsurdan novel ini. Tapi, perlahan-lahan, saya bisa menikmati maksud dari ceritanya. Cerita dengan gagasan besar yang diselipkan dalam semesta kanak-kanak. Saya suka.

Karena membacanya di KRL, saya membayangkan si KRL juga memiliki kesadaran dan menguping isi hati saya, yang kadang-kadang galau tiap akhir bulan.

--

--

Rakhmad Permana

Lelaki yang percaya bahwa tidur adalah nikmat surga yang lain.